RASA HAUS DAN MINUMAN PENGHUNI NERAKA


RASA HAUS DAN MINUMAN PENGHUNI NERAKA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saudaraku rahimakumullah, hendaklah kita senantiasa menjalankan perintah Allah 'azza wa jalla dan menjauhi larangan-Nya, karena kita tidak akan sanggup menghadapi dahsyatnya neraka, diantaranya rasa haus dan minumannya yang mengerikan.
Allah 'azza wa jalla berfirman,

وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا

"Dan kami giring orang-orang yang berdosa itu ke neraka jahannam dalam keadaan haus." [Maryam: 86]

Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa'di rahimahullah berkata,

وهذا أبشع ما يكون من الحالات، سوقهم على وجه الذل والصغار إلى أعظم سجن وأفظع عقوبة، وهو جهنم، في حال ظمئهم ونصبهم يستغيثون فلا يغاثون، ويدعون فلا يستجاب لهم، ويستشفعون فلا يشفع لهم

"Kehausan di hari kiamat adalah keadaan yang paling sulit, lalu mereka digiring dalam keadaan hina dan rendah, menuju penjara yang paling mengerikan dan hukuman yang paling keras, yaitu neraka jahannam.

Dalam keadaan haus dan letih mereka minta minum namun tidak diberikan minuman yang baik, mereka berdoa tapi tidak dikabulkan, mereka memohon syafa'at tapi tidak mendapat syafa'at." [Tafsir As-Sa'di, hal. 500]

Allah 'azza wa jalla berfirman,

وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

"Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih bercampur nanah dan darah, yang menghanguskan wajah. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." [Al-Kahfi: 29]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

إذا أراد الكافر أن يشربه وقربه من وجهه ، شواه حتى يسقط جلد وجهه فيه

"Apabila orang kafir di neraka ingin minum dan ketika ia mendekatkan minuman ke wajahnya, maka minuman itu akan menghanguskan wajahnya sampai berjatuhan kulit wajahnya pada minuman tersebut." [Tafsir Ibnu Katsir, 5/140]

sumber: Facebook

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "RASA HAUS DAN MINUMAN PENGHUNI NERAKA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel