BEKAL TERBAIK PENGELANA NEGERI AKHIRAT


BEKAL TERBAIK PENGELANA NEGERI AKHIRAT
بسم الله الرحمن الرحيم
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ


"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Ali 'Imran [3]: 185)
Ada 4 pelajaran penting dalam ayat di atas:
1. Sebuah peringatan bahwa setiap jiwa akan mati maka hendaklah kita perbanyak mengingat mati.
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan dunia -yaitu kematian-." [HR. An Nasa'i no. 1801 dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
أَفْضَلُ المُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَ أَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ
“Orang mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya. Orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka adalah orang-orang yang cerdas." [HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma, Irwa’ul Gholiil no.682, Ash-Shahihah no. 1384]
2. Hanyalah di hari kiamat akan disempurnakan pembalasan terhadap amalan. Ingatlah setiap perbuatan ada balasannya.
3. Allah mengabarkan hakikat kesuksesan, yakni orang yang diselamatkan Allah dari api neraka dan dimasukkan kedalam syurga.
4. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu. Artinya jangan sampai kita tertipu dengan fasilitas dan kemewahan dunia, sehingga mengira kebahagiaan hanya di dunia saja. Banyak dari manusia terlena dengan dunia dan melupakan bekal setelah kematian.
Penyesalan manusia adalah ketika di dunia mereka tidak memanfaatkan waktu hidup untuk beramal shalih, sehingga ketika kematian datang mereka meminta untuk ditunda.
حَتّٰۤى اِذَا جَآءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ
"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, Wahai Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia)," (QS. Al-Mu'minun [23]: 99)
لَعَلِّيْۤ اَعْمَلُ صَالِحًـا فِيْمَا تَرَكْتُ ۗ كَلَّا ۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۗ وَمِنْ وَّرَآئِهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
"Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh-barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu'minun [23]: 100)
Dan barangsiapa berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati bisa mengunjungi keluarga atau gentayangan di muka bumi, maka ini adalah pemahaman yang menyimpang dan menyelisihi ayat yang mulia ini.
Lalu apa saja bekal-bekal terbaik di perjalanan negeri akhirat?
BEKAL PERTAMA: MENGAMALKAN TAUHID & MENJAUHI DOSA SYIRIK
Sebelum datangnya penyesalan yang tidak bermanfaat maka hendaknya kita mempersiapkan diri, dan bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian adalah mentauhidkan Allah, yakni mengamalkan kalimat Tauhid, yang memiliki 2 rukun yaitu:
1. An-Nafyu (penafikan): “Laa ilaha” yang membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan pengingkaran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.
2. Al-Itsbat (penetapan): “illallah” yang menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.
Allah memberikan jaminan surga bagi orang yang menegakkan Tauhid dan menjauhi syirik.
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
حَقُّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ من لا يشرك به شيئا
"Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Adapun hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan mengazab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]
Inilah tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)
Ini pula misi utama dakwah seluruh Nabi dan Rasul, yaitu mengajak manusia mentauhidkan Allah dan menjauhi syirik.
وَلَـقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ ۚ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut." (QS. An-Nahl [16]: 36)
PELAJARAN PENTING
Dari hadits tentang hak Allah di atas ada pelajaran penting, yakni hamba tidak memiliki hak untuk memilih yang ia sembah selain dari Allah. Hamba juga tidak berhak memilih agama kecuali Islam, karena hanya Islam yang mengajarkan tauhid dan melarang syirik.
Maka mentauhidkan Allah dan tidak mempersekutukan Allah adalah jaminan keselamatan dari siksa Allah, begitu juga sebaliknya siapa yang mengerjakan kesyirikan maka dia akan celaka jika sampai kematiannya ia tidak bertaubat.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa' [4]: 48)
Sebaliknya, menjauhi dosa syirik adalah sebab terbesar menggapai ampunan.
Dalam hadits qutsi Allah ta'ala berfirman,
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
"Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula." [HR.Tirmidzi no. 3463 dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu]
Ada beberapa hal yang bisa menghapuskan dosa walau pelakunya tidak taubat, selama bukan dosa syirik dan kufur, diantaranya:
(1) Amal shalih.
(2) Musibah yang menimpa seorang muslim.
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
"Tidak ada satu pun musibah yang menimpa seorang muslim berupa duri atau yang semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya." [HR.Muslim no. 4665]
Adapun dosa syirik dan kufur, tidak akan diampuni kecuali dengan bertaubat.
GAMBARAN DAHSYATNYA AZAB NERAKA
Kita tidak akan sanggup masuk neraka sedikit pun, maka sangat penting kita menjaga Tauhid dan menjauhi syirik, kenikmatan sebesar apa pun di dunia tidak sebanding dengan satu celupan di neraka.
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيا مِنْ أَهْلِ النّارِ يَوْمَ الْقِيامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً. ثُمَّ يُقالُ: يا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْراً قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ وَاللهِ يا ربُّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النّاسِ بُؤْساً فِي الدُّنْيا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ. فَيُقالُ لَهُ: يا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْساً قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ وَاللهِ يَا رَبُّ مَا مَرَّ بِيْ بُؤْسٌ قَطٌّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطّ
“Pada hari kiamat akan didatangkan penduduk dunia yang paling nikmat hidupnya ketika di dunia namun di akhirat ia termasuk penghuni neraka, lalu ia dicelupkan sekali celupan ke dalam neraka. Kemudian ditanyakan kepadanya: Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan satu pun semasa di dunia? Apakah kamu pernah sekali pun merasakan kebaikan hidup ketika di dunia? Dia menjawab: Tidak pernah -demi Allah- wahai Rabb.
Dan didatangkan juga manusia yang paling sengsara hidupnya di dunia namun di akhirat ia termasuk penghuni surga, lalu ia dicelupkan sekali celupan ke dalam surga. Lalu ia ditanya: Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesengsaraan satu pun saat di dunia? Apakah kamu pernah merasakan kesusahan sekecil apa pun ketika di dunia? Dia menjawab: Tidak pernah -demi Allah- wahai Rabb, tidak sekalipun saya pernah merasakan penderitaan dan tidak sekalipun saya pernah melihat kesusahan.” [HR. Muslim no. 2807 Anas bin Malik radhiyallahu'anhu]
DOSA SYIRIK MENYEBABKAN PELAKUNYA KEKAL DI NERAKA
Allah ta'ala berfirman,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّارُ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu." (QS. Al-Ma'idah [5]: 72)
Pelaku dosa syirik dan kufur menjadi makhluk yang paling hina.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ۗ
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)
PENTING: Untuk memahami tauhid dan mengetahui tindakan kesyirikan hanyalah dengan menuntut ilmu syar'i, yaitu ilmu tauhid.
BEBERAPA CONTOH SYIRIK
- Berdo'a kepada selain Allah, misalkan kepada kubur keramat, orang shalih yang sudah meninggal adalah dosa syirik, Padahal tiap shalat kita memohon kepada Allah dan menyatakan,
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ۗ
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah [1]: 5)
- Menyembelih untuk selain Allah.
- Meyakini ada selain Allah yang tahu perkara ghaib.
- Meyakini selain Allah ada yang mengatur atau menguasai alam ini atau sebagiannya.
- Mempercayai jimat.
- Mempercayai hari baik dan hari beruntung.
BEKAL KEDUA: MENELADANI RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Karena meneladani Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah sebab menggapai cinta, ampunan dan kasih sayang Allah 'azza wa jalla.
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Katakanlah (Muhammad kepada manusia): Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran [3]: 31)
Dan amalan manusia tidak mungkin memasukkan kedalam syurga, kita masuk syurga karena ampunan dan kasih sayang Allah.
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa salam bersabda,
سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ
"Tepatlah dalam beramal sesuai sunnah, berusahalah mendekati sunnah serta bergembiralah dengan pahalanya, karena sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga karena amalannya. Para sahabat bertanya: Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Begitu juga denganku, tetapi Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepadaku." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu'anha]
MENELADANI RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM ADALAH SYARAT DITERIMANYA IBADAH
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa salam bersabda,
مَنْ عمل عملا لَيْسَ عليه أمرنا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada padanya petunjuk dari kami maka amalan itu tertolak." [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu'anha]
BEKAL KETIGA: MENJAGA SHALAT
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله الصلاة فإن صلحت فقد أفلح و أنجح و إن فسدت فقد خاب و خسر و إن انتقص من فريضة قال الرب انظروا هل لعبدي من تطوع ؟ فيكمل بها ما انتقص من الفريضة ثم يكون سائر عمله على ذلك
“Sesungguhnya amalan pertama seorang hamba yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat, apabila baik sholatnya maka ia telah menang dan selamat, namun apabila rusak sholatnya maka ia telah celaka dan merugi. Dan jika kurang (sholat) wajibnya, Allah berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki (sholat) sunnah?’ Maka dengan (sholat) sunnah tersebut disempurnakanlah (sholat) wajibnya, kemudian semua amalan dihisab seperti itu.” [HR. At-Tirmidzi, Shohihul Jami’: 2020]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
اَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاَةُ فَاِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ سَائِرُ عَمَلِهِ وَاِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ
"Yang pertama akan dihisab terhadap seorang hamba di hari kiamat adalah sholat, jika baik sholatnya maka seluruh amalan akan menjadi baik, dan jika rusak sholatnya maka seluruh amalan akan menjadi rusak." [HR. Ath-Thobarani dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 1358]
Berikut 4 Hal yang harus diperhatikan dalam shalat:
(1) Hendaknya shalat di awal waktu.
(2) Hendaknya mengikhlaskan niat karena Allah ta'ala.
(3) Shalatlah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa salam.
(4) Menjaga kekhusyukan dalam shalat.
BEKAL KEEMPAT: BERSEDEKAH
Allah ta'ala berfirman,
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Wahai Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Al-Munafiqun [63]: 10)
KEUTAMAAN MENOLONG SEORANG MUSLIM
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di hari kiamat." [HR. Al-Bukhari 2262)
BEKAL KELIMA: AKHLAK YANG MULIA
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa salam bersabda,
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
"Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan amal daripada akhlak yang baik." [HR. Abu Daud 4166 dari Abu Ad-Darda radhiyallahu'anhu]
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: 'Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.'Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: 'Mulut dan kemaluan'." [HR. Tirmidzi 1927 dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "BEKAL TERBAIK PENGELANA NEGERI AKHIRAT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel